MUNTAH : THANK YOU SKATEBOARDING!
- Muntah, News
- April 3, 2026
Semenjak saya duduk dibangku sekolah menengah pertama, saya mulai menyadari bahwa saya mulai memiliki ketertarikan kepada beberapa hal, hal-hal tersebut saya anggap sedikit lebih sederhana dibandingkan hal-hal yang teman-teman saya lainnya sukai. Saya tidak merasa menyesal untuk menghabiskan waktu berjam-jam didepan komputer mengunduh beberapa album musik dari youtube atau website entah berantah (saat saya cukup dewasa, saya baru paham apa yang saya lakukan adalah tindakan pembajakan), saya juga tidak merasa menyesal untuk menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilih buku apa yang akan saya beli di toko buku dan menghabiskan jam-jam lainnya untuk membacanya loteng rumah saya, saya juga tidak menyesal jika harus menabung uang jajan yang seadanya beberapa hari atau bahkan minggu untuk membeli tiket acara musik yang akan hadir di kota saya, walaupun yang saya ingat orang tua saya akhirnya selalu membelikan tiketnya untuk saya dan tabungan tersebut saya pakai untuk uang saku di acara musik tersebut.
Ketertarikan tersebut tidak pernah saya sadari bahwa hal-hal tersebutlah yang akan membentuk bagaimana kita saat dewasa nanti, walaupun mungkin ketertarikan kita terhadap sesuatu berubah-ubah namun saya rasa dalam kasus saya, ketertarikan saya memiliki beberapa keterkaitan dan hal tersebutlah yang baru saya sadari. Saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama, itu adalah kala pertama saya melihat skateboard secara langsung, dibawa oleh teman saya kesekolah, saya mencobanya dan rasanya itu adalah pertama kali saya jatuh cinta kepada benda mati beroda tersebut, namun saya tidak pernah menyangka bagaimana benda mati bernama skateboard tersebut dapat merubah hidup saya, cara pandang saya, dan bagaimana saya berpikir .
Semua ini Saling Berkaitan!
Meski saya sudah jatuh cinta dengan skateboard sejak SMP, saya tidak memiliki ekonomi yang cukup untuk membeli skateboard hingga SMA, rasanya de javu jika mengingat bagaimana saya diperkenalkan kembali dengan sekateboard melalui salah satu teman saya yang sering mampir untuk nongkrong dirumah saya, saya rasa kalian akan mengerti bagaimana rasanya untuk memiliki kesempatan mengejar sesuatu yang kalian inginkan dan kini kalian mampu untuk mendapatkannya. Skateboard pertama saya masih saya ingat, saya membelinya secara bekas dengan ukuran 8 inch, namun saya sudah lupa (atau bahkan tidak tahu!) ukuran wheels dan trucknya.
Saya tidak pernah menyangka, perkenalan saya dengan skateboard akan berlangsung panjang dan membawa saya kepada perspektif-perspektif baru, saya berkenalan dengan orang-orang baru di skatepark atau di jalanan, saya mendapatkan teman-teman baru yang memiliki kegemaran yang sama dengan saya diluar skateboard. Kegemaran-kegemaran saya sebelumnya, terkait membaca buku, mendengarkan musik dan mungkin juga sekarang saya cukup tertarik untuk menulis ternyata sangat didukung dan berkaitan dengan scene skateboard yang saya kenali.
Saya tak pernah menduga bagaimana saya akan bertemu dengan banyak orang, membicarakan musik berjam-jam, berlarut-larut, hingga menontonnya bersama dengan kawan-kawan yang saya kenal melalui skateboard, saya tak pernah menyangka akan mendapatkan banyak sekali rekomendasi musik-musik yang tidak saya kenali awalnya melalui teman-teman saya yang saya kenal melalui skateboard. Saya tidak pernah menyangka scene ini mendukung saya untuk banyak menulis dan membaca, membuat zine dan berbagi pemikiran. Saya tidak pernah menyangka hal ini akan berjalan sejauh ini.
Mendefinisikan Ulang Skateboard
Setelah hal-hal tersebut, dapat saya secara lantang katakan bahwa skateboard bukanlah olahraga atau sebuah hobi, tapi skateboard adalah sebuah gaya hidup atau yang lebih radikal, skateboard adalah sebuah cara berpikir, kamu akan merasakannya bagaimana skateboard akan merubah bagaimana cara kamu berpakaian, cara kamu berpikir, cara kamu berteman dan cara kamu memandang dunia.
Saya mungkin baru menyadari, bahwa bagaimana saya berpakaian sangat berbeda dengan saat saya belum mengenal skateboard, tentu hal tersebut terpengaruh oleh bagaimana saya melihat scene skateboard dan melihat scene musik. Hal tersebut juga berlaku bagi bagaimana saya melihat dunia menjadi lebih tidak hitam atau putih (benar atau salah), karena skateboard mengajarkan saya kompleksitas, salah satu cara bagaimana diri saya bisa mengekspresikan diri saya melalui cara yang lebih kreatif. Skateboard merubah cara berkomunikasi saya, karena skateboard adalah kegiatan individu yang mengkoneksi orang-orang (hal ini juga sangatlah unik).
Skateboard mungkin menjadi salah satu perjalanan penting dalam proses pendewasaan saya, karena ia merubah dan memperkenalkan saya kebanyak hal yang tak terlihat, ia menawarkan saya pilihan Z ketika dunia mayoritas hanya menawarkan pilihan A, B, atau C.